Kali ini saya akan sedikit sharing pengalaman tentang belajar bahasa Arab. Saya mendapatkan informasi melalui media social (saat itu saya dapat dari Whatsapp). Ada kursus bahasa Arab di LIPIA Gratis.

Kemudian saya mendatangi LIPIA untuk mendaftarkan diri. Mungkin bagi anda yang belum mengenal LIPIA, LIPIA adalah kepanjangan dari Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Islam dan Arab. Terletak di depan Mall Pejaten Village, disana merupakan tempat belajar yang diselenggarakan oleh pemerintah arab untuk orang-orang non-arab, khususnya orang asia.

Saat itu saya mendatangi stand pendaftaran dan membeli formulir seharga Rp 10.000,-. Kemudian langsung ada proses seleksi. Saat itu kriteria yang harus dimiliki adalah umur yang tak boleh kurang dari 18 tahun dan lebih dari 55 tahun.

1 hal yang paling penting adalah harus bisa membaca Al-qur'an. Hanya itu saja, selain itu disaat proses wawancara (seleksi), kita disuruh untuk membaca dan menuliskan bahasa arab (mungkin untuk melihat kemampuan bahasa Arab). Jika saja yang mendaftar sudah sangat "jago" berbahasa arab, mungkin sekali mereka akan gugur. Sebab ini merupakan tempat khusus untuk "Pemula".

Jarak antara seleksi dengan pengumuman sekitar 1 bulan (mungkin saat itu sedang waktunya liburan). Tak apalah...

Alhamdulillah saya diterima, saat itu jumlah pendaftar kira-kira 800 dan yang diterima kira-kira 508 (saat itu).

Hari pertama "anak baru" ngumpul diberikan pengarahan dan intinya kita "Harus Fokus Mengikuti Progran Ini, Sebab Point Kehadiran Salah Satu Point yang terpenting". Total jam pelajaran 190 . Kita hanya boleh tidak hadir (Izin) 25%, tanpa keterangan 10% (mungkin kira-kira begitu). Jika kurang dari standart maka akan gugur.
Hari pengarahan

Selain itu buku yang digunakan adalah 'Arobiyah baina yadaik. Saat itu Lipia memberikan subsidi setengang persen, menjadi Rp 180.000 dari harga normal.

'Ala kulli hal, insyaAllah ini yang terbaik. Dengan berbahasa Arab kita mendapatkan kemudahan dalam memperdalami agama.

Bagi yang ingin kursus, jangan ragu...

[INFO TERBARU] Untuk kursus Bahasa Arab di LIPIA mulai tahun ini sudah dikenakan biaya alias sudah tidak gratis lagi

Semua remaja mungkin sudah mengetahui hari perayaan ini. Perayaan ini diadopsi dari orang-orang barat. Bagi yang sudah paham dengan bahaya ini, saya hanya mengajak untuk membantu mengingatkan mereka yang masih menatakan valentine days itu boleh.

Mengapa saya katakan bahaya? Pasalnya sasaran ini targetnya adalah kaum pemuda yang awam muslim, jika mereka kristen atau non-muslim tak menjadi masalah. Bahaya terhadap generasi, merusak keturunan/nasab (jika terjadi saling hubungan seks).

Biasanya orang-orang barat mengisi aktivitasnya di hari valentine days dengan dansa bareng, saling mengucapkan kata-kata romantis kepada pasangannya, pesta-pesta (gak jelas), sampai tradisi memberikan coklat.

Budaya itu ditiru oleh orang indonesia, yang kebanyakan dari mereka adalah para pemuda yang mengisi hari valentinenya dengan pacarnya yang bukan muhrim.
dari "tetangga". Tragedi 2012

Saya juga mendapatkan share gambar dari “tetangga”. Gambar coklat + kondomnya. Entah itu Coklat bonus Kondom ataukah Kondom bonus Coklat, hahaha...

Sangat berbahaya jika ini memang dibeli oleh muslim awam yang bujang, bisa-bisa setan akan menjerumuskan pada maksiat.

Bagi orang tua yang sadar, beri taukan tentang bahaya ini. Beritahukan ini kesemua muslim yang masih mengacuhkan masalah ini. Jangan mudah ikut-ikutan budaya maksiat.

Mumpung masih ada 6 hari lagi untuk meng-kampanyekan “Don't Follow Valentine Days”. Sebarkan atau anda buatlah tulisan tentang bahayanya valentine days untuk muslim.

Bedanya Valentine days dengan Hari Kasih sayang

Sangatlah berbeda. Selain hari peringatan Valentine days ada juga Hari Ibu Nasional atau mungkin Hari Bapak, yang sama-sama hari yang melambangkang kasuh sayang. Sebab Rosulullah sendiri menyuruh ummatnya untuk saling kasih sayang. Hari Kasih sayang itu juga tidak terpaut hanya pada tanggal 14 Feb saja, tiap hari...
“Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya”. (H.R. Tirmidzi).
Namun masalahnya... [Opini] Biasanya, hari valentine itu sangat IDENTIK dengan memberikan “kasih sayang” terhadap Pacar yang bukan Muhrim. Sehingga ini sangat haram, sebab bukti sudah jelas ada dalil yang mengharamkan pacaran bukan muhrim.

Agar madhorotnya tidak menjadi besar maka, alangkah baiknya jika kita mengkampanyekan “Don't Follow Valentine Days”.

Namun... ada orang yang bisa mengucapkan kata “kasih sayang” kepada orang-orang yang kita kasihi (misalkan istri, anak, ibu, ayah, keluarga). Itu tidak menjadi masalah. Tapi kenapa harus pake Coklat? Jawab sendiri aja! Hahaha...

Jangan mudah ikut-ikutan budaya yang bukan berasal dari islam. Sekian...

Kali ini membahas sedikit tentang keutamaan wudhu, semoga dengan bahasan ini kita lebih semangat dalam beribadah. Kumpulan-kumpulan hadist keutamaan Ibadah Wudhu:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ أَنَّ الرَّسُلَ صَلَّى اللّه عَلَيْهِ وَ سلَّمَ قَالَ: أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُوْ اللّه بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوْا: بَلَى يَارَسُوْلَ اللّه. قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكَارِهِ, وَالْخُطَا إِلَى المَسَاجِدِ, وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ,فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ, فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ (رواه مالك و مسلم و الترمذي و النسائ)
" Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu dimana dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan, dan mengangkat derajat dengannya? " Para sahabat menjawab, " Ya mau, wahai Rasulullah? " Rasulullah bersabda, " Yaitu menyempurnakan wudhu pada saat sulit (semisal musim dingin), berjalan ke masjid, dan menunggu shalat ke shalat, itulah ribath (sabar terhadap ketaatan/perjuangan), itulah ribath, itulah ribath. (HR Malik, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i)
إِذَاتَوَضَّأَالْعَبْدُالْمُسْلِمُ أَوِ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ, فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِقَطْرِ الْمَاءِ, فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوْبِ
" Jika hamba Muslim, atau Mukmin berwudhu, kemudian membasuh wajahnya maka semua kesalahannya keluar dari wajahnya, ia bisa melihat kesalahannya dengan kedua matanya bersama dengan air atau akhir tetesan air. Jika ia membasuh kedua tangannya, maka segala kesalahannya keluar yang digerakkan kedua tangannya bersama dengan air atau akhir tetes air. Jika ia membasuh kedua kakinya, maka segala kesalahannya keluar yang digerakkan kedua kakinya bersama dengan air atau akhir tetes air, hingga ia bersih dari dosa-dosa. " (HR Maliki)
وَعَنْهُ رَضِيَ اللّهُ عَنهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبَرَةَ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ, وَإِنَّاإِنْ شَاءَ اللّهُ بِكُمْ عَنْ قَرِيْبٍ لَاحِقُوْنَ, وَدَدْتُ لَوْأَنَّاقَدْرَأَيْنَاإِخْوَانَنَا, قَالُوْا: أَوَلَسْنَاإِخْوَانَكَ يَارَسُوْلَ اللّهِ؟ قَالَ: أَنْتُمْ أَصْحابِى وَإِخْوَانُنَا الَّذِيْنَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ, قَالُوْا: كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَارَسُوْلَ اللّهِ؟ قَالَ: أَرَأَيْتَ لَوْأَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَى خَيْلٍ دُهُمٍ بُهُمْ أَلَايَرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوْا : بَلَى يَارَسُوْلَ اللّهِ,قَالَ: فَإِِنَّهُمْ يَأْتُوْنَ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنَ الْوُضُوْءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ, أَلَالَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِى كَمَايُذَادُ البَعِيْرُ الضَّالُّ أُنَادِيْهِمْ أَلَاهَلُمَّ, فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ بَدَّلُوْا بَعْدَكَ فَأَقُوْلُ: سُحْقًا سُحْقًا(رواه مسلم)
Dari padanya pula bahwa Rasulullah bersabda ketika mendatangi pekuburan: "Assalamu'alaikum tempat perkampungan kaum muslimin!" Dan InsyaAllah, tidak lama lagi kami akan menyusul kamu. Oh, alangkah inginnya hatiku hendak melihat saudara-saudaraku!" Para sahabat berkata: "Bukankah kami adalah saudara anda, ya Rasulullah?" "Tuan-tuan adalah sahabat-sahabat dan saudara-saudaraku ialah yang belum lagi muncul". Betapa caranya anda dapat mengetahui keadaan umat anda yang belum muncul itu, ya Rasulullah?" tanya mereka pula.

"Bagaimana pendapat kalian bila umpamanya seorang laki-laki mempunyai seekor kuda putih belang-kaki berada di tengah-tengah kuda hitam pekat, tidakkah ia dapat mengenal kudanya itu?" "Dapat ya Rasulullah!" "Nah demikianlah halnya mereka itu, mereka datang dalam keadaan cemerlang dan bertanda disebabkan wudhu, sedangkan saya menjadi perintis mereka yang menuju telaga. Wahai, tidakkah orang-orang (yang menuju) telagaku layak dilindungi sebagai unta yang hilang patut dicari dan dipanggil: mari kesini!

Mungkin ada yang berkata: orang-orang itu ada yang menyeleweng sepeninggalmu, maka saya katakan! celaka, celaka!" (HR Muslim)
تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنْ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوَضُوءُ
“Perhiasan (cahaya) seorang mukmin akan mencapai tempat yang dicapai oleh wudhu’nya”. [Muslim dalam Ath-Thoharoh, bab: Tablugh Al-Hilyah haits Yablugh Al-Wudhu’ (585)]
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan membuat tiga ikatan pada tengkuk seorang diantara kalian jika ia tidur. Setan akan memukul setiap ikatan itu (seraya membisikkan), “Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah”. Jika ia bangun seraya menyebut Allah (berdzikir), maka terlepaslah sebuah ikatan. Jika ia berwudhu’, maka sebuah ikatan yang lain terlepas. Jika ia sholat, maka sebuah ikatan akan terlepas lagi. Lantaran itu, ia akan menjadi bersemangat lagi baik jiwanya. Jika tidak demikian, maka ia akan jelek jiwanya lagi malas”. [HR. Al-Bukhoriy (1142 & 3269) dan Muslim (1816)]
Hadist ini saya dapatkan dari Fiqih Sunnah karangan Syeikh Sayyid Sabiq.

Jadi, dapat disimpulkan keutamaan wudhu:

  1. Wudhu dapat menghapuskan dari dosa-dosa kecil.
  2. Wudhu dapat meninggikan drajat dihadapan Allah.
  3. Wudhu sebagai tanda, bahwa dirinya adalah pengikut Rasulullah.
  4. Wudhu itu separuh iman, sebab wudhu sebagai syarat sahnya ibadah (sholat).
  5. Wudhu itu pelindung dari setan.
  6. Wudhu itu ibadah ringan namun berat pahalanya.
Mungkin, tulisan saya cukup sekian. Sumber refrensi ini saya ambil dari Fiqih Sunah, dan Minhajul muslim, dan sumber Internet.

    Pindah ke Ubuntu
    Hari ini adalah hari perubahan, kali ini saya hijrah ke Ubuntu dari Windows 8. Sebab mengapa saya pindah?

    Awalnya saya sangat menikmati Windows 8, namun ada ke kwatiran setelah saya membaca salah satu artikel yang mengatakan "dilarang menggunakan aplikasi bajakan".

    [Opini] Ada orang juga mengatakan bahwa "Anda terlihat tidak di pidanakan, sebab di Indonesia belum ada Undang-undang yang menangani masalah bajakan software bajakan". (Mungkin ada, tapi saya belum tau) Jika memang ada tapi sepertinya pemerintah tidak begitu fokus (mungkin).

    [Opini] Ada orang juga yang mengatakan "Anda tidak bisa membawa gadget yang berisikan software bajakan". Karena akan terkena razia di bandara. (Masih katanya...) bener atau enggak saya belum tau pastinya!

    Apalagi jika kalian memang serius di dunia bisnis, pastikan OS/software yang digunakan harus ORI, sebab kalian akan berhadapan dengan pihak yang berwajib. Bisa kena Denda bahkan pidana kurungan alias penjara.
    "Riset tahun lalu ini, seperti yang diungkap Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Andreas Diantoro, software bajakan tempat bersarangnya malware. Malware menempatkan pengguna pada risiko pencurian informasi rahasia, bahkan rekening bank."
    Teks dari Okezone.

    Selain itu juga sangat berpengaruh pada kinerja dan fungsi PC. Saya menscreenshot tulisan yang ada di "Tribunnews". 6 bahaya pake software bajakan.
    Bahaya menggunakan Software bajakan

    Inilah yang membuat saya berpindah, selain itu saat ini saya juga yang masih belum mampu membeli Windows 7/8 yang asli serta Microsoft Office yang harganya masih mahal.

    Harga OS dan Software Ori
    screenshot dzihni com

    Karena saya ingin yang Gratis dan Terbaik dan Legal, saya akhirnya memilih Ubuntu.

    UBUNTU sebagai solusi, untuk saat ini saya gunakan sebagai OS. Selain itu untuk urusan "Ngetik-ngetik" saya menggunakan LibreOffice (Bawaan dari Ubuntu).

    Jika minat kunjungi situsnya di ubuntu.com. Untuk performa OS "Gratisan" gak kalah bagusnya dengan Windows, meskipu saya baru memakainya (Pemula).

    Thaharah (Bersuci) salah satunya adalah perintah untuk Mandi. Dalam islam ada syari'at tentang mandi. Mandi merupakan mengalirkan air keseluruh tubuh dengan didasari niat tertentu.
    Cara Mandi Wajib dalam Syari'at Islam

    Allah berfirman :
    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا
    " Dan jika kamu junub, maka mandilah " (Al-Ma'idah:6)
    وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيْلٍ حَتَّي تَغْتَسِلُوْا
    " (jangan pula hampiri masjid) sedang kalian dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kalian mandi " (An-Nisa :43)
    إِِذَا تَجَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
    "Jika khitan (kemaluan laki-laki) telah menyentuh khitan (kemaluan wanita), maka wajib mandi " (HR Muslim)

    Sebab-sebab yang Mewajibkan mandi

    1. Jinabat, bersetubuh atau hubungan badan suami istri. Bertemunya 2 alat kemaluan sehingga mengeluarkan sperma atau tidak mengeluarkan sperma.
      إِِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ وَ إِنْ لَمْ يُنْزِلْ
      " Apabila bertemu 2 Khitan, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi, meskipun tidak keluar mani " (HR Muslim)
    2. Keluar mani/sperma yang disebabkan mimpi basah atau sebab lain sengaja maupun tidak. Entah dilakukan sendiri atau tidak.
      عَنْ أُمِّ سَلَمَة أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍِ قَلَتْ يَا رَسُلَ اللّهِ أَنَّ اللّهَ لَا يَسْتَحْيِ مِنَ الحَقِّ فَهَلْ عَلَى المَرْأَةِ الغُسْلُ إذَا احْتَلَمَتْ
      Dari Ummi Salamah, sesungguhnya Ummi Sulaim telah bertanya kepada Rosulullah SAW. Katanya kepada beliau : Ya Rosulullah, sesungguhnya Allah tidak malu mengatakan yang hak. Adakah wajib mandi atas perempuan apabila bermimpi? Jawab Beliau (Rosulullah) : " Ya ( Wajib mandi atasnya ), apabila ia melihat air. (Keluar mani/sperma) " (Kesepakatan ahli Hadits)
    3. Meninggal/Wafat. Jika ada orang Muslim yang meninggal dunia, maka mayit mendapatkan hak untuk dimandikan. Fardu Kifayah untuk dimandikan sebagaimana Rosulullah bersabda :
      عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسٌوْل اللّه صَلَّى اللّه عَليْهِ وَسَلَّمَ قَال فِيْ المُحْرِمِ الَّذِىْ وَقَصَتْهُ نَاقَتُهُ إِغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
      Dari Ibnu 'Abbas, sesungguhnya Rosulullah SAW telah berkata tentang orang meninggal karena terlontar ontanya, kata beliau : " Mandikan olehmu dia dengan air dan bidara " (HR Bukhari, Muslim)
      Kecuali, bagi mereka yang Syahid.
      قَالَ رَسٌوْل اللّه صَلَّى اللّه عَليْهِ وَسَلَّمَ قَال فِيْ قَتْلى أُحُدٍ لَا تُغْسِلوْ هُم
      Kata Beliau tentang orang yang meninggal dalam peperangan Uhud : " Jangan kamu mandikan mereka " (HR Ahmad)
    4. Terhentinya darah Haidh/Menstruasi atau Nifas. Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan anak. Sebab darah itu merupakan darah Haidh yang tidak keluar sewaktu wanita tersebut mengandung. Allah berfirman :
      وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِ‌ۖ قُلۡ هُوَ أَذً۬ى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلۡمَحِيضِ‌ۖ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَ‌ۖ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ‌ۚ
      Dan Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad)tentang haidh. Katakanlah " itu adalah sesuatu yang kotor ". Karena itu jauhilah istri pada waktu haidh dan jangan dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan ketentuan Allah kepadamu. (Al-Baqoroh :222)
      Rosulullah bersabda,
      قَالَ رَسٌوْل اللّه صَلَّى اللّه عَليْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةّ بِنْتِ أَبِيْ حُبَيْشٍ إِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلَاةَ وَ إِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِيْ وَصَلِّى
      Rosulullah berkata kepada Fatimah binti Abi Hubaisy : " Apabila datang haidh itu, hendaklah engkau tinggalkan sholat, dan apabila habis haidh itu, hendaklah engkau mandi dan sholat" (HR Bukhari)
    5. Masuk Islam. Karena Rosulullah pernah menyuruh Tsumamah Al-Hanafi untuk mandi ketika ia masuk islam.

    Cara Mandi Wajib dalam Syari'at Islam

    1. Wajib Niat. Sebelum mandi wajib niat, berniat untuk menghilangkan hadats junubnya. Tidak perlu mengucapkan secara lisan, dengan hati pun sudah cukup. Rosulullah bersabda tentang segala apapun harus ada Niat :
      عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
      Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan harus dengan niat, setiap orang itu tergantung pada niatnya . (HR Bukhari)
    2. Menyiram dan mengalirkan air suci keseluruh tubuh hingga ia benar-benar yakin bahwa air telah mengenai seluruh tubuhnya.

    Cara  Sunnah Mandi Wajibnya Rosulullah

    1. Membaca Bismillah dengan niatan untuk menghilangkan hadats besar. 
    2. Membersihkan ke-2 telapak tangan 3 kali. 
    3. Membersihkan ke-2 lubang kemaluannya dari kotoran. 
    4. Berwudhu kecil, berwudhu seperti biasa. 
    5. Menyelupkan air, kemudian mengusap pada sela-sela rambut sampai dasar kepala (Untuk laki). Membasuh kepalanya sekaligus ke-2 telinga sebanyak 3 kali. 
    6. Membasuh tubuh dari atas sampai bawah dimulai dari kanan, kemudian kiri. Perhatikan lubang pusar, ketiak, belakang lutut, dsb. Basuh seluruh badan tanpa terkecuali. 
    كَانَ رَسُوْلُ اللّه صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّم إِذَا أَرَادَ أنْ يَغْتَسِلَ مِنْ الجِنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُما فِيْ الْإنَاءِ ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ وَيَتَوضَّأ وُضُوءَه للصلَاةِ ثُمَّ يُمَّ يُشْرِّبُ شَعرهُ المَاءَ ثُمَّ يَحشِيْ رَأْسَهُ ثَلَاثَ حَثْيَاتِ ثُمَّ يُفِيْضُ المَاءَ عَلَى سَاءر جَسَدِهِ
    Sebagaimana Aisyah pernah berkata " Jika Rosulullah ingin mandi jinabat, beliau membersihkan kedua tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air, kemudian membersihkan kemaluannya, berwudhu seperti wudhu untuk sholat, membasahi rambutnya dengan air, menyiram kepalanya dengan 3 kali siraman, dan mengalirkan air keseluruh tubuh ".(HR Tirmidzi)

    Hal yang dimakruhkan ketika Mandi

    1. Isrof, berlebih-lebihan. Rosulullah mandi dengan 1 sha' sebanding dengan 4 telapak kedua tangan.
    2. Mandi menggunakan air sisa bersuci wanita. Rosulullah melarang.
    3. Mandi ditempat najis, khawatir najisnya mengenai kita.
    4. Mandi tanpa penutup alias mandi ditempat terbuka.
      إِنَّ اللَّه عَزَّوَجَلَّ حَيِّيٌّ سَتِّيْرٌ يُجِبُّ الحيَاءَ فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحدكُم فليسْتَتِرْ
      " Sesungguhnya Allah 'Azzawajalla Maha Hidup dan Maha Penutup yang suka malu. Jika slah seorang dari kalian mandi, hendaklah ia menggunakan penutpnya " (HR Abu Daud)
    5. Mandi ditempat air yang menggenang, alias tidak mengalir.
      لَا يَغْتَسِلنَّ أَحَدُكُم فِي المَاءِ الدائِم وهُوَ جُنُبٌ
      " Janganlah salah seorang dari kalian mandi di air yang tidak mengalir ketika ia sedang junub " (HR Muslim)
     Sekian Pembahsan mengenai Mandi Wajib dan tata caranya. Bab ini berkaitan dengan Thaharah/Bersuci, Baca juga : Thaharah (Bersuci) dalam Islam.

    Thaharah (Bersuci) artinya mensucikan dari segala sesuatu yang bersifat kotor, najis yang tampak maupun tidak tampak. Bersuci dengan wudhu, mandi, atau tayamum jika tidak ada air.

    Thaharah (Bersuci) dalam Islam


    Hukum dan Dalil Thaharah (Bersuci)

    Thaharah hukumnya wajib, semua berdasarkan dalil Qur'an dan Hadist. Allah berfirman,
    وَإِن كُنتُمۡ جُنُبً۬ا فَٱطَّهَّرُواْ
    " Dan jika kamu junub, maka mandilah " (Al-Ma'idah:6)
    وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ 
    " Dan pakaianmu bersihkanlah " (Al-Muddatstsir:4)
    إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٲبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ

    " Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang mensucikan diri " (Al-Baqoroh:222)
    Rosulullah Shallallhu Alaihi wa Sallam bersabda,
    مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطَّهُوْرُ
    " Kunci Sholat adalah bersuci "
    لَاتُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طَهُوْرٍ
    " Sholat tanpa bersuci tidak diterima" (Diriwayatkan Muslim)
    الطَّهُوْرُ شَطْرُ الْاِيْمَانِ
    " Bersuci sebagian dari Iman " (Diriwayatkan Muslim)

    Pengertin dan Penjelasan tentang Thaharah (Bersuci)

    Thaharah atau bersuci terbagi menjadi 2, yaitu secara Dzahir (lahir/nyata) dan Batin. Thaharah Dzahir adalah mensucikan diri najis dan hadats. Berikut pembahasannya, Thaharah najis ialah menghilangkan najis dengan air yang mensucikan dari pakaian yang hendak digunakan untuk melakukan Sholat dari seluruh badannya tanpa terkecuali, dan juga mensucikan tempat yang akan digunakan Sholat.

    Thaharah hadast ialah mensucikan diri dengan melakukan wudhu, mandi junub, dan tayamum. Menurut Ensiklopedia Indeonesia dijelaskan hadats merupakan ketidaksucian yang dipandang tidak suci oleh sarat dan menghalangi syarat sahnya suatu ibadah.

    Sedangkan Thaharah Batin adalah mensucikan diri dari pengaruh dosa, maksiat dengan melakukan taubat secara benar, membersihkan diri dari kotoran syrik, keraguan, dengki, iri, hasad, sombong, riya', takabur, dan penyakit jiwa lainnya. Cara Thaharah Batin dengan semuanya hanya disandarkan untuk mendapatkan Keridhoan Allah.

    Alat/Jenis yang digunakan untuk Thaharah

    Tebagi menjadi 2, yaitu denga Air Mutlak dan Tanah yang suci.  
    Air Mutlak adalah air yang asli, belum tercampur dengan apapun yang membuat air tersebut menjadi najis. Seperti air sumur, mata air, air lembah, air sungai, air salju, air laut. dengan dalil dari Surat Al-Furqon:48,
    وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ طَهُورً۬ا
    " Dan Kami turunkan dari langit air yang amat Suci " (Al-Furqon:48)
    Dan Rosulullah bersabda,
    اَالْمَاءُ طَهُوْرٌ إالاَّ إِ تَغَيَّرَ رِيْحُهُ أوْ طَعْمُهُ أو لَوْنُهُ بِنَجَاسَةٍ تَحْدُثُ فِيْهِ
    "Air itu suci kecuali telah berubah aromanya, atau rasanya, atau warnanya karena kotoran yang masuk kedalam air tersebut" (Ciriwayatkan Al-Baihaqi. Hadist ini dhaif, namun mempunyai sumber yang shahih dan semua umat islam mengamalkannya)
    Alat yang kedua adalah tanah suci semua yang ada atas bumi, pasir, batu, atau tanah berair, Rosulullah bersabda,
    جُعِلَتْ لِيَ اْلَارْضُ مَسْجِدًا وَ طُهُوْرًا
    " Bumi dijadikan masjid, dan suci bagiku " (Diriwayatkan Ahmad, Shahih Bukhari dan Muslim)
    Berarti semua jenis tanah, asalkan tidak mengandung najis maka boleh dijadikan tempat sholat ataupun dipakai untuk Tayamum, jika memang tidak ada air ataupun sedang kondisi sakit yang tidak boleh mengenai air. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surat An-Nisa' ayat 43,
    فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءً۬ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدً۬ا طَيِّبً۬ا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُمۡ‌ۗ
    " Sedangkan kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci), usaplah wajahmu dan tanganmu (dengan debu itu) " (An-Nisa':43)
    Rosulullah bersabda,
    اِنَّ الصَّعِيْدَ الطَّيِّبَ طَهُوْرُ المُسْلِمِ وَ إِنْ لَمْ يَجِدِ المَاءَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَإِذَا وَجَدَ المَاءَ فلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ
    " Sesungguhnya tanah yang baik adalah alat bersuci seorang Muslim kendati ia tidak mendapatkan air selama 10 (Sepuluh) tahun. Jika ia mendapatkan air, maka hendaklah ia meyentuhnya ke kulitnya " (Riwayat At-Tirmizi)
    Rosulullah juga pernah mengizinkan Amr bin 'Ash untuk bertayamum dari jinabat. Alasannya karena kondisi malam yang sangat dingin sehingga beliau khawatir dengan keselamatan dirinya (Riwayat dari Bukhari).

    Apa saja yang dikatakan Najis dan Penjelasannya

    Semua yang keluar dari 2 lobang manusia, tinja, urin, madzi (sebab syahwat), dan wadyu (tetesan cairan putih setelah urin). Semua kotoran dari hewan yang haram dimakan, darahnya, nanahnya, bangkainya semua organ tubuh kecuali kulit, dan air muntah yang sudah berubah.

    Dibagi menjadi 3 menurut cara menghilangkanya:

    • Mukhaffafah,  contoh air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menghilangkan dengan memercikan air pada bagian yang terkena najis.
    • Mutawassitah, contoh bangkai, darah, nanah, dan lain-lain. Cara menghilangkan dengan membasuh/membersihkan sampai hilang bau, rasa, warna.
    • Mugallazah, contoh jilatan anjing. Cara menghilangkannya  membasuh dengan air mengalir sebanyak 7 kali yang di sela-selanya diusap dengan debu (tanah/pasir).
    Kecuali, kulit yang sudah disamak. Rosulullah bersabda,
    أَيُّمَا إِهَابٍ ذُبِعَ فَقَدْ طَهُرَ
    " Kulit apa saja yang telah disamak, maka menjadi suci " (HR. Muslim 366, Abu Daud 4123)
    مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ أَنَّهُ يَطْهُرُ بِالدِّبَاغِ جَمِيعُ جُلُودِ الْمَيْتَةِ إِلَّا الْكَلْبَ وَالْخِنْزِيرَ وَالْمُتَوَلِّدَ مِنْ أَحَدِهِمَا
    Pendapat As-Syafii, bahwa kulit yang menjadi suci dengan disamak adalah semua kulit bangkai binatang, kecuali anjing, babi, dan spesies keturunannya. (Syarh Shahih Muslim, 4/54).
    Samak itu, proses untuk menjadikan barang komoditas, seperti tas, sepatu, beduk dll.