Blog Pribadi tempat Berbagi Ilmu dan Pengalaman

Cara Mandi Wajib dalam Syari'at Islam

Thaharah (Bersuci) salah satunya adalah perintah untuk Mandi. Dalam islam ada syari'at tentang mandi. Mandi merupakan mengalirkan air keseluruh tubuh dengan didasari niat tertentu.
Cara Mandi Wajib dalam Syari'at Islam

Allah berfirman :
وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا
" Dan jika kamu junub, maka mandilah " (Al-Ma'idah:6)
وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيْلٍ حَتَّي تَغْتَسِلُوْا
" (jangan pula hampiri masjid) sedang kalian dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kalian mandi " (An-Nisa :43)
إِِذَا تَجَاوَزَ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
"Jika khitan (kemaluan laki-laki) telah menyentuh khitan (kemaluan wanita), maka wajib mandi " (HR Muslim)

Sebab-sebab yang Mewajibkan mandi

  1. Jinabat, bersetubuh atau hubungan badan suami istri. Bertemunya 2 alat kemaluan sehingga mengeluarkan sperma atau tidak mengeluarkan sperma.
    إِِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ وَ إِنْ لَمْ يُنْزِلْ
    " Apabila bertemu 2 Khitan, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi, meskipun tidak keluar mani " (HR Muslim)
  2. Keluar mani/sperma yang disebabkan mimpi basah atau sebab lain sengaja maupun tidak. Entah dilakukan sendiri atau tidak.
    عَنْ أُمِّ سَلَمَة أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍِ قَلَتْ يَا رَسُلَ اللّهِ أَنَّ اللّهَ لَا يَسْتَحْيِ مِنَ الحَقِّ فَهَلْ عَلَى المَرْأَةِ الغُسْلُ إذَا احْتَلَمَتْ
    Dari Ummi Salamah, sesungguhnya Ummi Sulaim telah bertanya kepada Rosulullah SAW. Katanya kepada beliau : Ya Rosulullah, sesungguhnya Allah tidak malu mengatakan yang hak. Adakah wajib mandi atas perempuan apabila bermimpi? Jawab Beliau (Rosulullah) : " Ya ( Wajib mandi atasnya ), apabila ia melihat air. (Keluar mani/sperma) " (Kesepakatan ahli Hadits)
  3. Meninggal/Wafat. Jika ada orang Muslim yang meninggal dunia, maka mayit mendapatkan hak untuk dimandikan. Fardu Kifayah untuk dimandikan sebagaimana Rosulullah bersabda :
    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسٌوْل اللّه صَلَّى اللّه عَليْهِ وَسَلَّمَ قَال فِيْ المُحْرِمِ الَّذِىْ وَقَصَتْهُ نَاقَتُهُ إِغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
    Dari Ibnu 'Abbas, sesungguhnya Rosulullah SAW telah berkata tentang orang meninggal karena terlontar ontanya, kata beliau : " Mandikan olehmu dia dengan air dan bidara " (HR Bukhari, Muslim)
    Kecuali, bagi mereka yang Syahid.
    قَالَ رَسٌوْل اللّه صَلَّى اللّه عَليْهِ وَسَلَّمَ قَال فِيْ قَتْلى أُحُدٍ لَا تُغْسِلوْ هُم
    Kata Beliau tentang orang yang meninggal dalam peperangan Uhud : " Jangan kamu mandikan mereka " (HR Ahmad)
  4. Terhentinya darah Haidh/Menstruasi atau Nifas. Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan anak. Sebab darah itu merupakan darah Haidh yang tidak keluar sewaktu wanita tersebut mengandung. Allah berfirman :
    وَيَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِ‌ۖ قُلۡ هُوَ أَذً۬ى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلۡمَحِيضِ‌ۖ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَ‌ۖ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ‌ۚ
    Dan Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad)tentang haidh. Katakanlah " itu adalah sesuatu yang kotor ". Karena itu jauhilah istri pada waktu haidh dan jangan dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan ketentuan Allah kepadamu. (Al-Baqoroh :222)
    Rosulullah bersabda,
    قَالَ رَسٌوْل اللّه صَلَّى اللّه عَليْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةّ بِنْتِ أَبِيْ حُبَيْشٍ إِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلَاةَ وَ إِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِيْ وَصَلِّى
    Rosulullah berkata kepada Fatimah binti Abi Hubaisy : " Apabila datang haidh itu, hendaklah engkau tinggalkan sholat, dan apabila habis haidh itu, hendaklah engkau mandi dan sholat" (HR Bukhari)
  5. Masuk Islam. Karena Rosulullah pernah menyuruh Tsumamah Al-Hanafi untuk mandi ketika ia masuk islam.

Cara Mandi Wajib dalam Syari'at Islam

  1. Wajib Niat. Sebelum mandi wajib niat, berniat untuk menghilangkan hadats junubnya. Tidak perlu mengucapkan secara lisan, dengan hati pun sudah cukup. Rosulullah bersabda tentang segala apapun harus ada Niat :
    عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
    Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan harus dengan niat, setiap orang itu tergantung pada niatnya . (HR Bukhari)
  2. Menyiram dan mengalirkan air suci keseluruh tubuh hingga ia benar-benar yakin bahwa air telah mengenai seluruh tubuhnya.

Cara  Sunnah Mandi Wajibnya Rosulullah

  1. Membaca Bismillah dengan niatan untuk menghilangkan hadats besar. 
  2. Membersihkan ke-2 telapak tangan 3 kali. 
  3. Membersihkan ke-2 lubang kemaluannya dari kotoran. 
  4. Berwudhu kecil, berwudhu seperti biasa. 
  5. Menyelupkan air, kemudian mengusap pada sela-sela rambut sampai dasar kepala (Untuk laki). Membasuh kepalanya sekaligus ke-2 telinga sebanyak 3 kali. 
  6. Membasuh tubuh dari atas sampai bawah dimulai dari kanan, kemudian kiri. Perhatikan lubang pusar, ketiak, belakang lutut, dsb. Basuh seluruh badan tanpa terkecuali. 
كَانَ رَسُوْلُ اللّه صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّم إِذَا أَرَادَ أنْ يَغْتَسِلَ مِنْ الجِنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُما فِيْ الْإنَاءِ ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ وَيَتَوضَّأ وُضُوءَه للصلَاةِ ثُمَّ يُمَّ يُشْرِّبُ شَعرهُ المَاءَ ثُمَّ يَحشِيْ رَأْسَهُ ثَلَاثَ حَثْيَاتِ ثُمَّ يُفِيْضُ المَاءَ عَلَى سَاءر جَسَدِهِ
Sebagaimana Aisyah pernah berkata " Jika Rosulullah ingin mandi jinabat, beliau membersihkan kedua tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air, kemudian membersihkan kemaluannya, berwudhu seperti wudhu untuk sholat, membasahi rambutnya dengan air, menyiram kepalanya dengan 3 kali siraman, dan mengalirkan air keseluruh tubuh ".(HR Tirmidzi)

Hal yang dimakruhkan ketika Mandi

  1. Isrof, berlebih-lebihan. Rosulullah mandi dengan 1 sha' sebanding dengan 4 telapak kedua tangan.
  2. Mandi menggunakan air sisa bersuci wanita. Rosulullah melarang.
  3. Mandi ditempat najis, khawatir najisnya mengenai kita.
  4. Mandi tanpa penutup alias mandi ditempat terbuka.
    إِنَّ اللَّه عَزَّوَجَلَّ حَيِّيٌّ سَتِّيْرٌ يُجِبُّ الحيَاءَ فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحدكُم فليسْتَتِرْ
    " Sesungguhnya Allah 'Azzawajalla Maha Hidup dan Maha Penutup yang suka malu. Jika slah seorang dari kalian mandi, hendaklah ia menggunakan penutpnya " (HR Abu Daud)
  5. Mandi ditempat air yang menggenang, alias tidak mengalir.
    لَا يَغْتَسِلنَّ أَحَدُكُم فِي المَاءِ الدائِم وهُوَ جُنُبٌ
    " Janganlah salah seorang dari kalian mandi di air yang tidak mengalir ketika ia sedang junub " (HR Muslim)
 Sekian Pembahsan mengenai Mandi Wajib dan tata caranya. Bab ini berkaitan dengan Thaharah/Bersuci, Baca juga : Thaharah (Bersuci) dalam Islam.

No comments:

Post a Comment