Keutamaan Wudhu

Kali ini membahas sedikit tentang keutamaan wudhu, semoga dengan bahasan ini kita lebih semangat dalam beribadah. Kumpulan-kumpulan hadist keutamaan Ibadah Wudhu:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ أَنَّ الرَّسُلَ صَلَّى اللّه عَلَيْهِ وَ سلَّمَ قَالَ: أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُوْ اللّه بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوْا: بَلَى يَارَسُوْلَ اللّه. قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكَارِهِ, وَالْخُطَا إِلَى المَسَاجِدِ, وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ,فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ, فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ (رواه مالك و مسلم و الترمذي و النسائ)
" Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu dimana dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan, dan mengangkat derajat dengannya? " Para sahabat menjawab, " Ya mau, wahai Rasulullah? " Rasulullah bersabda, " Yaitu menyempurnakan wudhu pada saat sulit (semisal musim dingin), berjalan ke masjid, dan menunggu shalat ke shalat, itulah ribath (sabar terhadap ketaatan/perjuangan), itulah ribath, itulah ribath. (HR Malik, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i)
إِذَاتَوَضَّأَالْعَبْدُالْمُسْلِمُ أَوِ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ, فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِقَطْرِ الْمَاءِ, فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوْبِ
" Jika hamba Muslim, atau Mukmin berwudhu, kemudian membasuh wajahnya maka semua kesalahannya keluar dari wajahnya, ia bisa melihat kesalahannya dengan kedua matanya bersama dengan air atau akhir tetesan air. Jika ia membasuh kedua tangannya, maka segala kesalahannya keluar yang digerakkan kedua tangannya bersama dengan air atau akhir tetes air. Jika ia membasuh kedua kakinya, maka segala kesalahannya keluar yang digerakkan kedua kakinya bersama dengan air atau akhir tetes air, hingga ia bersih dari dosa-dosa. " (HR Maliki)
وَعَنْهُ رَضِيَ اللّهُ عَنهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبَرَةَ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ, وَإِنَّاإِنْ شَاءَ اللّهُ بِكُمْ عَنْ قَرِيْبٍ لَاحِقُوْنَ, وَدَدْتُ لَوْأَنَّاقَدْرَأَيْنَاإِخْوَانَنَا, قَالُوْا: أَوَلَسْنَاإِخْوَانَكَ يَارَسُوْلَ اللّهِ؟ قَالَ: أَنْتُمْ أَصْحابِى وَإِخْوَانُنَا الَّذِيْنَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ, قَالُوْا: كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَارَسُوْلَ اللّهِ؟ قَالَ: أَرَأَيْتَ لَوْأَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَى خَيْلٍ دُهُمٍ بُهُمْ أَلَايَرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوْا : بَلَى يَارَسُوْلَ اللّهِ,قَالَ: فَإِِنَّهُمْ يَأْتُوْنَ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنَ الْوُضُوْءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ, أَلَالَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِى كَمَايُذَادُ البَعِيْرُ الضَّالُّ أُنَادِيْهِمْ أَلَاهَلُمَّ, فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ بَدَّلُوْا بَعْدَكَ فَأَقُوْلُ: سُحْقًا سُحْقًا(رواه مسلم)
Dari padanya pula bahwa Rasulullah bersabda ketika mendatangi pekuburan: "Assalamu'alaikum tempat perkampungan kaum muslimin!" Dan InsyaAllah, tidak lama lagi kami akan menyusul kamu. Oh, alangkah inginnya hatiku hendak melihat saudara-saudaraku!" Para sahabat berkata: "Bukankah kami adalah saudara anda, ya Rasulullah?" "Tuan-tuan adalah sahabat-sahabat dan saudara-saudaraku ialah yang belum lagi muncul". Betapa caranya anda dapat mengetahui keadaan umat anda yang belum muncul itu, ya Rasulullah?" tanya mereka pula.

"Bagaimana pendapat kalian bila umpamanya seorang laki-laki mempunyai seekor kuda putih belang-kaki berada di tengah-tengah kuda hitam pekat, tidakkah ia dapat mengenal kudanya itu?" "Dapat ya Rasulullah!" "Nah demikianlah halnya mereka itu, mereka datang dalam keadaan cemerlang dan bertanda disebabkan wudhu, sedangkan saya menjadi perintis mereka yang menuju telaga. Wahai, tidakkah orang-orang (yang menuju) telagaku layak dilindungi sebagai unta yang hilang patut dicari dan dipanggil: mari kesini!

Mungkin ada yang berkata: orang-orang itu ada yang menyeleweng sepeninggalmu, maka saya katakan! celaka, celaka!" (HR Muslim)
تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنْ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوَضُوءُ
“Perhiasan (cahaya) seorang mukmin akan mencapai tempat yang dicapai oleh wudhu’nya”. [Muslim dalam Ath-Thoharoh, bab: Tablugh Al-Hilyah haits Yablugh Al-Wudhu’ (585)]
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan membuat tiga ikatan pada tengkuk seorang diantara kalian jika ia tidur. Setan akan memukul setiap ikatan itu (seraya membisikkan), “Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah”. Jika ia bangun seraya menyebut Allah (berdzikir), maka terlepaslah sebuah ikatan. Jika ia berwudhu’, maka sebuah ikatan yang lain terlepas. Jika ia sholat, maka sebuah ikatan akan terlepas lagi. Lantaran itu, ia akan menjadi bersemangat lagi baik jiwanya. Jika tidak demikian, maka ia akan jelek jiwanya lagi malas”. [HR. Al-Bukhoriy (1142 & 3269) dan Muslim (1816)]
Hadist ini saya dapatkan dari Fiqih Sunnah karangan Syeikh Sayyid Sabiq.

Jadi, dapat disimpulkan keutamaan wudhu:

  1. Wudhu dapat menghapuskan dari dosa-dosa kecil.
  2. Wudhu dapat meninggikan drajat dihadapan Allah.
  3. Wudhu sebagai tanda, bahwa dirinya adalah pengikut Rasulullah.
  4. Wudhu itu separuh iman, sebab wudhu sebagai syarat sahnya ibadah (sholat).
  5. Wudhu itu pelindung dari setan.
  6. Wudhu itu ibadah ringan namun berat pahalanya.
Mungkin, tulisan saya cukup sekian. Sumber refrensi ini saya ambil dari Fiqih Sunah, dan Minhajul muslim, dan sumber Internet.

    Comments

    Popular posts from this blog

    Latihan Soal-soal Ujian SIM A/Umum, B/Umum, C, dan D

    Tips dan Trik Mudah Lulus Ujian SIM C Tanpa Nyogok Calo

    Informasi Lengkap Tempat Menghafal Al-Qur'an